28/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun Kembali ke Indonesia

2 min read
Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun Kembali ke Indonesia

LajuBerita – Maria Pauline Lumowa, adalah salah satu buronan Indonesia yang melakukan pembobolan kas Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun sejak tahun 2003.

Diketahui bahwa seorang Maria Pauline Lumowa merupakan pemilik serta pendiri PT Gramarindo Meda Indonesia.

Kasus bermula pada tahun 2002 PT Gramarindo Group mendapatkan pinjaman dana dari BNI sebesar Rp. 1,7 triliun. Pinjaman tersebut diperoleh melalui letter of Credit L/O fiktif.

Diduga aksi PT Gramarindo Group tersebut mendapatkan bantuan dari orang dalam, karena BNI dengan mudahnya menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd, Middle East Bank Kenya Ltd, Rosbank Switzerland dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

BNI mulai curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group pada Juni 2003, dari penyelidikan diketahui PT Gramarindo Group tidak pernah melakukan ekspor. Yang kemudian dugaan L/C fiktif ini dilaporkan ke Mabes Polri.

Pada September 2003 Maria Pauline Lumowa kabur ke Singapura, tepatnya sebulan sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Dan sejak itulah dirinya ditetapkan sebagai buronan.

Baca Juga : Oknum Polisi Pukul Saksi Saat Pemeriksaan Viral Di Media Sosial.

Maria Pauline Lumowa merupakan warga negara Belanda kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara. Diketahui dirinya juga sering bolak balik Singapura-Belanda.

Pemerintah Indonesia sempat mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah belanda pada tahun 2010 dan 2014. namun usaha tersebut di tolak pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengatakan Juli 2019 Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NBC Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia. Namun atas kerjasama yang baik antara Indonesia dan Serbia, Pemerintah Indonesia berhasil melakukan ekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

Maria dipulangkan dari Serbia ke Indonesia pada Rabu 8 Juli 2020 waktu setempat. Rencananya Maria akan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang Banten pada Kamis 9 Juli 2020 sekitar pukul 11.00 WIB.

Yasonna juga menjelaskan kalau upaya penangkapan Maria berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003.

“Pemerintah beraksi cepat dengan cara menerbitkan surat permintaan oenahanan sementara, lalu ditinjaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham” ungkap Yasonna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.