22/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Mapolres OKI Sumsel Diserang, Pelaku Tewas dan 1 Polisi Terluka

2 min read
Mapolres OKI Sumsel Diserang, Pelaku Tewas dan 1 Polisi Terluka

LajuBerita – Seorang pria menyerang Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (28/6) sekitar pukul 02.30 dini hari.

Akibat kejadian tersebut, pagar Mapolres roboh, satu anggota dan terdapat polisi terluka cukup parah, dan pelaku berhasil tewas.

Petugas penjagaan Mapolres OKI dikejutkan dengan satu unit mobil Honda Mobilio putih bernopol BG1088KD yang tiba-tiba menabrak pagar sebelah barat mapolres hingga roboh. Setelah menabrakkan mobil ke pagar, pelaku keluar dari mobil dengan berteriak ‘mano [mana] polisi, mano polisi’.

Kemudian, pelaku menyerang petugas yang sedang piket di pos jaga dengan menyabetkan benda tajam berupa pipa suling beras. Terjadilah perkelahian antara pelaku dan Aipda M Nur. Serangan itu membuat korban M Nur terkena luka tusuk di tangan oleh pelaku.

Tak terkendali, pelaku menyerang ke petugas lain. Polisi berusaha menegosiasi agar membuang senjata namun tak diindahkan pelaku. Karena pelaku yang terus membabi buta menyerang setiap anggota polisi yang ada, tembakan peringatan pun dilepas ke udara.

Namun tembakan peringatan tidak dipedulikan sehingga salah satu anggota polisi melepaskan tembakan ke arah kaki pelaku hingga dia tidak berdaya. Pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga : Dusun Karang Kenek yang Dikutuk Selamanya tak Akan Bertambah Penduduknya.

Kasubag Humas Polres OKI Ajun Komisaris Iryansyah mengatakan, dari jenazah pelaku ditemukan identitas atas nama Indra Oktomi (35), warga Desa Mangunjaya, Kecamatan SP Padang, OKI. Dia merupakan residivis kasus penganiayaan.

“Benar, pelaku melakukan penyerangan, satu anggota kita terluka. Pelaku tewas setelah dilumpuhkan di bagian kaki,” ungkap Iryansyah.

Iryansyah mengatakan pelaku merupakan residivis kasus penganiayaan dan pernah dipenjara selama tujuh tahun dan baru-baru ini bebas. Dugaan sementara motif pelaku melakukan penyerangan karena dendam pernah ditangkap dan dipenjara akibat kasus penganiayaan tersebut, tidak ada motif terorisme meskipun masih didalami.

“Pelaku menyerang diduga karena dendam saja, dia pernah ditangkap dan dipenjara. Kasusnya penganiayaan. Saya kira tidak ada teror seperti itu, hanya dendam pribadi saja,” kata dia.

Hingga saat ini, belum diketahui motif penyerangan. Petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Honda Mobilio nomor polisi BG 1088 KD, senapan angin beserta dua peluru karet, gunting, senjata tajam jenis pipa suling beras, dompet berisi kartu identitas, ponsel.

“Jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga, situasi saat ini sudah kondusif,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.