25/02/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Mantan TNI Ruslan Buton Ditangkap Polisi Usai Meminta Presiden Jokowi Mundur

2 min read
Mantan TNI Ruslan Buton Ditangkap Polisi Usai Meminta Presiden Jokowi Mundur

LajuBerita – Setelah video berisi rekaman suara Ruslan alias Ruslan Buton yang berisi permintaan kepada presiden Joko Widodo legowo untuk mundur saat pandemi Covid-19.

Ia langsung ditangkap oleh tim gabungan Satgassus Merah Putih bersama Polda Sulawesi Tenggara dan Polres Buton pada Kamis 28 Mei 2020.

Irjen Merdisyam selaku Kapolda Sultra menceritakan bagaimana kronologis saat melakukan penangkapan Ruslan si provokasi tersebut.

Penangakapan Ruslan terjadi di Jalan Poros Wajo Wasyba Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 10.30 waktu setempat dan Ruslan sama sekali tidak melakukan perlawanan.

Saat ini Ruslan Buton dalam perjalanan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri karena kasus tersebut akan ditangani oleh Bareskrim. Merdisyam menjelaskan kalau dari pihak Polda hanya membantu dalam proses penangkapan saja. Untuk selanjutnya kasus ditangani oleh Mabes Polri.

Sedangkan ditempat terpisah, AKBP Ferry Walintukan selaku Kabid Humas Polda Sultra menjelaskan dalam penangkapan tersebut, tim menyita sebuah HP beserta SIM card dan 1 Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Ruslan Buton.

Baca Juga : Operasi Ketupat Toba Diperpanjang Polda Sumut Hingga 7 Juni 2020.

Ruslan mengakui kalau rekaman suara yang meminta agar Presiden Jokowi legowo untuk mundur tersebut memang benar suranya sendiri. Dan dari penjelasan Ferry bahwa rekaman tersebut dibuat pada tanggal 18 Mei 2020 yang direkam menggunakan HP milik Ruslan yang telah di sita sebagai barang bukti.

Setelah Ruslan merekam suaranya kemudian ia menyebarkannya ke group WhatsApp Serdadu Eks Trimatra hingga akhirnya rekaman tersebut menjadi viral di media sosial pada 18 Mei 2020. Menurut penilaian Ruslan tata kelola berbangsa dan berbegara di tengah pandemi Covid-19 ini sulit diterima akal sehat.

Dirinya juga mengkritik kepemimpinan Jokowi yang dinilai tidak memberikan solusi yang baik dalam pandemi ini. Jadi menurutnya untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dengan cara Jokowi dengan ledowo mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

“Jika Jokowi tidak mundur, niscaya akan terjadi gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat” tutur Ruslan dalam video tersebut.

Seperti yang diketahui Ruslan adalah mantan Perwira menengah di Yonif RK 732/Banau dengan pangkat terakhirnya Kapten Infanteri. Ruslan terlibat kasus pembunuhan La Gode saat menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau.

Ruslan dihukum penjara 1 tahun 10 bulan dan pemecatan dari anggota TNI AD oleh Pengadilan Militer Ambon pada 6 Juni 2018 lalu. Ruslan membentuk kelompok mantan Prajurit TNI dari 3 matra yaitu darat, laut dan udara setelah dipecat. Kelompok tersebut diberi nama Serdadu Eks Trimatra Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.