25/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

KSPI Akan Tetap Menggelar Aksi 30 April, Target Massa 50 Ribu

2 min read

Laju Berita – KSPI (Konfederasi serikat buruh Indonesia) akan tetap menggelar aksi pada 30 April nanti atau sehari menjelang May Day di depan Gedung DPR dan Kementerian Perekonomian.

Padahal, Polda Metro Jaya sudah melarang rencana demo buruh itu karena alasan pendemi virus corona yang masih belum mereda dan status PSBB (pembatasa sosial berskala besar) yang sedang berlangsung di Jakarta dan sekitarnya.

“Iya pertama KSPI tetap melaksanakan aksi unjuk rasa ada beberapa hal yang ingin disampaikan dengan aksi tersebut. Ini bukan hanya KSPI kami gabungan MPBI dan SPSI dan target massa 50 ribu akan turun di DKI. Di DPR dan Kementrian Perekonomian dan 24 provinsi lain. Ungkap Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar Cahyono.

Kahar mengatakan, alasan Polda Metro melarang aksi buruh jelang May day di depan Gedung DPR dan Kementrian Perekonomian itu tidak tepat. Karena, pada kenyataan banyak perusahaan yang tidak mematuhi aturan PSBB dan masih mempekerjakan buruh.

BACA JUGA : Edarkan Sabu Di Samosir, Mantan Anggota Panwas Di Ciduk

Jika alasan aksi dilarang karena berkerumun, kita juga ingin mengigatkan kepada pemerintah dan aparat di tempat-tempat kerja. Buruh masih berkerumun artinya PR juga. Aksi ini merupakan kritik kami tentang pendemi corona yang masih membiarkan para buruh bekerja bahkan di tempat PSBB di DKI. Dan Tanggerang masih berjalan, tambahnya.

Dalam aksi ini, Kahar mengjelaskan ada tiga poin tuntutan yaitu menolak RUU Omnibus Law, meminta untuk berhentikan PHK kepada buruh, dan meliburkan buruh dengan memberikan gaji dan ditambah THR. mereka ingin tiga hal tersebut dipenuhi.

Tuntutan kita yang tiga point kemarin, jadi kita hanya itu. Pokoknya kita hentikan aksi jika ada jaminan ciota kerja tidak dibahas saat pendemi seperti ini. Kita ingin melihat adil. Karena ada kesan kami dikorbankan dengan diminta tetap bekerja padahal ini masa PSBB termaksuk perusahaan bukan bagian vital, ungkap Kahar.

Kahar juga mengatakan saat melakukan aksi nanti, pihaknya juga akan mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Seperti menjaga jarak hingga mengenakan masker.

Aksi mulai dari pukul 10 wib, kita harap sebelum 30 April pemerintah dan DPR terbuka segera hentikan pembahasan RUU cipta kerja. Aksi kami akan menaati protokol pencegahan COVID-19, kami jaga jarak, pakai masker dan dilengkapi hand sanitizer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.