01/12/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Kejadian Curang Pedagang Sapi Yang Memakai Daging Babi, Bandung

2 min read

Laju Berita – Menindaklanjuti kejadian curang pedagang sapi yang memakai daging babi sebagai jualannya, Satgas Pangan Kabupaten Bandung langsung menuju ke lokasi Pasar Baleendah, Selasa (12/5/2020).

Ketua Satgas Pangan Kabupaten Bandung dan juga Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, sidak ini dilakukan pengecekan dan pengetesan kepada setiap pedagang dagung di Pasar Baleendah.

Jadi hari ini, kami bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan sidak pasar. Tujuannya untuk mengecek apakah benar adanya kasus peredaran dagung sapi yang berasal dari daging babi, ungkap Hendra.

Hendra juga mengatakan berdasarkan pemeriksaan kepada 20 sampel daging sapi secara acak yang dijual di pasar Baleendah. Tidak ditemukan adanya unsur daging babi. Alhamdulilah, di Pasar Baleendah ini negatif hasilnya.

BACA JUGA : Sederet Ramalan Tentang Corona Yang Viral

Satgas Pangan Kabupaten Bandung juga melakukan sidak ke beberapa pasar lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya peredaran daging babi yang dioleh dengan boraks sehingga mirip daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung.

“Masyarakat agar tetap tenang, tidak usah risau karena kita akan bertindak memastikan bahwa tidak ada lagi peredaran daging babi yang dijual mirip dengan daging sapi diwilayah kita. ungkap Hendra.

Sebelumnya, polisi berhasol mengungkap peredaran daging babi mirip daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung. Daging babi itu disulap seperti mirip dengan daging sapi menggunakan bahan kimia berbahaya.

Hendra juga menjelaskan, daging sapi abal-abal itu diedarkan di tiga pasar, antara lain di pasar Kecamatan Banjaran, Baleendah, dan Majalaya.

Dalam kasus ini, polisi menerapkan pasa 91A Jo pasal 58 ayat 6 UU RI nomor 41 tahun 2014. Tentang peternakan dan kesehatan hewan. Lalu pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ancaman pidananya 5 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.