20/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Jika MIT Melawan Saat Ditangkap, Kapolri Perintahkan Tembak Mati

2 min read
Jika MIT Melawan Saat Ditangkap, Kapolri Perintahkan Tembak Mati

LajuBerita – Jika MIT Melawan Saat Ditangkap, Kapolri Perintahkan Tembak Mati. Jenderal Idham Azis selaku Kapolri telah memerintahkan anggotanya untuk menembak mati Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora saat penangkapan.

Kelompok MIT diduga dalang dari aksi pembantaian terhadap 4 orang di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat 27 November 2020. Atas aksi teror tersebut selain menewaskan 4 orang, 7 rumah terbakar juga terbakar.

Idham mengatakan negara tak boleh kalah dan harus bertindak tegas dengan kelompok teror yang melakukan aksi pembunuhan apapun dalihnya.

Idham juga menyampaikan bahwa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah menerjunkan pasukan untuk membantu mencari dan mengepung MIT. Idham mengatakan gabungan personel Polri-TNI akan terus mencari tempat persembunyian Ali Kalora Cs.

Baca Juga : Habib Rizieq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi

Terkait peristiwa teror ini, Presiden Joko Widodo mengutuk keras aksi tersebut. Jokowi menyebut pembantaian tersebut merupakan upaya provokasi dan menyebarkan teror di tengah masyarakat.

“Saya mengutuk keras tindakan yang di luar batas kemanusiaan tidak beradab dan menyebabkan 4 orang meninggal dunia dalam aksi kekerasan yang terjadi di Sigi,” kata Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin 30 November.

Jokowi juga memberikan perintah kepada Kapolri untuk mengusut tuntas tindakan terorisme tersebut. Presiden Jokowi juga menyetujui tindakan Kapolri Perintahkan Tembak Mati jika ada yang melawan.

“Tak ada tempat di Tanah Air ini bagi terorisme,” ujarnya.

Mahfud MD selaku Menko Polhukam menilai aksi teror yang diduga dilakukan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora tak berafiliasi dengan agama manapun, tapi murni terorisme.

“Itu bukan gerakan keagamaan melainkan gerakan kejahatan. Terhadap sebuah keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka,” kata Mahfud saat menyampaikan konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 30 November.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.