24/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Hasil Riset ITB Ada Potensi Tsunami 20 Meter di Jawa

2 min read
Hasil Riset ITB Ada Potensi Tsunami 20 Meter di Jawa

LajuBerita – Baru-baru ini Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap hasil riset jalur sepi gempa (seismic gap) di Samudera Indonesia Selatan Jawa.

Seismic gap dinilai berpotensi sebagai sumber gempa besar megathrust yang nantinya membangkitkan tsunami setinggi 20 meter.

Nugroho Dwi Hananto selaku Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan hasil riset mengakui adanya potensi gempa megathrust yang dapat mengakibatkan tsunami besar.

“Riset yang dilakukan ITB ini memberikan alasan ilmiah yang kuat agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami di Samudera Hindia Selatan Jawa,” kata Nugroho Senin 21 September.

Nugroho meminta agar hasil penelitian ITB tersebut diikuti dengan penelitian lanjutan tentang 3 hal. Pertama yaitu struktur zona megathrust di Selatan Jawa terutama di daerah-daerah yang ditengarai sebagai daerah seismic gap dengan menggunakan perekaman seismometer bawah laut. Agar diperoleh model zona megathrust yang lebih detil.

Kedua yaitu pemetaan dasar laut yang mendetil di daerah sepi seismik. Adapun peta ini penting untuk mendapatkan model perambatan gelombang dan landasan tsunami.

Ketiga yaitu penelitian struktur detil bawah permukaan dari daerah seismic gap itu untuk mengetahui dimana saja terdapat struktur yang berpotensi membangkitkan gelombang tsunami jika terjadi gempa dengan skala menengah dan besar.

Baca Juga : Perkampungan di Cicurug Sukabumi Diterjang Banjir Bandang.

Guru Besar bidang Seismologi di Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro juga sebelumnya mengungkapkan hasil riset soal potensi tsunami yang diperkirakan mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur.

Bahkan menurut Widiyantoro, tak ada gempa besar bermagnitudo 8 atau lebih dalam beberapa ratus tahun terakhir yang mengindikasikan ancaman gempa tsunamigenik dahsyat di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa.

“Untuk periode ulang yang sama, zona dengan defisit slip tinggi di bagian timur setara dengan gempa bermagnitudo 8,8. Sedangkan jika kedua zona defisit slip tersebut pecah dalam satu kejadian gempa, maka akan dihasilkan gempa dengan kekuatan sebesar Mw 9,1,” kata Widiyantoro.

Untuk memperkirakan potensi bahaya tsunami di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa, tim melakukan pemodelan tsunami dengan tiga skenario, yaitu pada segmen Jawa bagian barat, segmen Jawa bagian timur, dan segmen gabungan dari Jawa bagian barat dan timur.

Hasilnya antara lain potensi tsunami yang sangat besar dengan ketinggian maksimum 20,2 meter di dekat pulau-pulau kecil sebelah selatan Banten dan 11,7 meter di Jawa Timur.

“Tinggi tsunami bisa lebih tinggi daripada yang dimodelkan jika terjadi longsoran di dasar laut seperti yang terjadi saat Gempa Palu dengan magnitudo 7,5 pada 2018,” bunyi hasil riset itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.