26/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Harimau Sumatera Makin Mengganas di Bahorok Langkat

2 min read
Harimau Sumatera Makin Mengganas di Bahorok Langkat

Laju Berita – Harimau sumatera semakin mengganas di wilayah Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.

Setelah memangsa tiga ekor lembu di Dusun Selayang Desa Lau Damak, giliran lima ekor lembu yang digembalakan di kawasan Dusun Batu Katak Bawah Desa Batu Jongjong Kecamatan Bahorok ditemukan mati pada Senin (11/01/2021) sekira pukul 06.30 WIB.

“Tadi pagi terjadi di Kecamatan Bahorok, harimau memangsa lembu di Desa Batu Katak,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Hotmauli Sianturi.

Berdasarkan analisis BBKSDA, si belang yang memangsa lembu itu merupakan satwa yang menyerang ternak warga di Desa Lau Damak, beberapa hari sebelumnya. Dua lokasi konflik itu hanya sekitar 2 Km yang masih berada di jarak jelajah harimau.

Sebelumnya, karena keadaan semakin tidak kondusif, pihak BBKSDA sudah memasang kandang jebak di Desa Lau Damak.

Baca Juga : Kisah Pilu Polisi Tembak Mati Ibu dan Anak di Filipina, Pelaku Akui Ngak Bersalah dan Ajukan Banding

Mereka juga memasang kamera trap di sana. Namun harimau itu diduga malah menjauh hingga akhirnya memangsa ternak di Desa Batu Katak.

Hotmauli merinci, pada Januari 2020 terjadi 2 konflik, Februari 2 peristiwa, Mei 5 kejadian. “Juni 6 kali, Oktober 2 kali, Desember 2 kali dan Januari terjadi lagi,” sambungnya.

Serangan harimau itu terjadi di Bahorok, Besitang dan Batang Serangan, tiga kecamatan di Langkat yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

“Areal itu, secara hukum statusnya hutan, tapi vegetasinya sudah menjadi kebun sawit dan karet dan sudah berlangsung lama, tanamannya pun sudah tua,” jelas Hotmauli.

Konflik terjadi karena belakangan ini warga memelihara ternak di kebun itu. Mereka tidak mengandangkannya. Puluhan bahkan ratusan ekor lembu dibiarkan di sana. Bahkan ada yang diikat di bawah pohon sawit.

“Sementara harimau aktifnya sore, malam, dan subuh. Daerah itu masuk kawasan jelajahnya. Ternak yang tiduran, apalagi diikat, menjadi mangsa empuk. Itu sebenarnya yang terjadi di sana,” papar Hotmauli.

BBKSDA bersama Pemkab dan BBTNGL sudah mengimbau warga agar mengandangkan ternaknya. Namun, imbauan itu hanya dituruti ketika ada konflik dengan harimau.

Hotmauli memaparkan, relokasi harimau sumatera itu merupakan pilihan terakhir. “Karena manusia yang merangsek ke rumahnya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.