24/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Hanya di Jepang, Menikah Mendapatkan Kompensasi Rp 84 Juta

2 min read
Hanya di Jepang, Menikah Mendapatkan Kompensasi Rp 84 Juta

LajuBerita – Angka kelahiran di Jepang yang rendah mulai membuat pemerintah khawatir. Hal tersebut dipicu semakin banyaknya kalangan millennial dan Gen Z yang tidak ingin menikah.

Berdasarkan informasi yang beredar, generasi muda di Jepang kini lebih memilih menghabiskan waktu bersama karakter virtual maupun fiksi. Misalnya menikmati wanita di anime atau video game, yang mereka anggap sebagai ‘kekasih’, daripada manusia sungguhan.

Kondisi ekonomi juga merupakan faktor yang memperkuat alasan kaum muda tidak ingin menikah. Menikah dan memiliki anak menurut mereka hanya akan menambah beban hidup atau bahkan menghalangi karier. Atas fenomena yang terjadi di Jepang saat ini, anak muda lebih mementingkan bisa mapan secara finansial.

Karena akar permasalahan dari rendahnya tingkat kelahiran ini merupakan masalah finansial, maka pemerintah Jepang pun mengambil kebijakan baru. Bagi pasangan yang mau menikah pemerintah akan memberikan kompensasi atau hibah sebesar 600 ribu yen atau sekitar Rp 84 juta.

Baca Juga : 10 Pelaku Aborsi Ilegal di Tangkap Polisi di Jakarta Pusat.

Pemerintah berharap kompensasi tersebut bisa membantu pasangan agar bernapas lebih lega saat memperhitungkan budget untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dengan demikian diharapkan pasangan menikah ini nantinya tidak ragu lagi untuk memiliki momongan.

Program pemerintah tersebut sebelumnya sudah mulai digalakkan. Namun untuk tahun ini kompensasinya ditambah menjadi dua kali lipat dari 300 ribu yen menjadi 600 ribu yen.

Namun untuk mendapatkan kompensasi tersebut, tentu ada syarat yang harus dipenuhi. Calon pengantin harus berusia 34 tahun atau lebih muda, baik suami maupun istri. Penghasilan keduanya jika digabungkan dibawah atau sejumlah 4,8 juta yen (sekitar Rp 678 juta).

Namun tidak menutup kemungkinan di tahun berikutnya syarat usia menikah untuk mendapatkan kompensasi bertambah. Pengantin baru yang menikah di usia 39 tahun dan memiliki penghasilan gabungan 5,4 juta yen, masih bisa menerima uang kompensasi.

Pemerintah Jepang berharap program ini sudah bisa dimulai April 2020 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.