17/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Habib Rizieq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi

2 min read
Habib Rizieq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi

LajuBerita – Dikabarkan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu 28 November malam.

Informasi tersebut diperoleh dari laporan Kombes Pol Hendri Fiuser selaku Kapolresta Bogor Kota kepada Kapolda Jawa Barat. Berdasarkan laporan tersebut, Hendri mengatakan Rizieq sudah tidak berada di RS Ummi sejak pukul 21.45 WIB.

“MRS sudah meninggalkan RS Ummi sekitar pukul 20.50 WIB melalui pintu belakang. Diduga meninggalkan rumah sakit melalui gedung obat RS Ummi,” katanya dalam keterangan laporan tersebut.

Petugas keamanan di rumah sakit tidak mengetahui kendaraan apa yang digunakan Rizieq Shihab kabur dari Rumah Sakit.

Hendri juga menyampaikan kalau pihak RS Ummi hingga saat ini bersikap tertutup terhadap kepastian keberadaan Rizieq setelah meninggalkan rumah sakit.

Diperoleh dalam keterangan terpisah, Andi Taat selaku Direktur Utama RS Ummi mengatakan pihaknya tidak bertanggung jawab atas dampak yang terjadi jika Rizieq memilih pulang.

“Pasien bersedia menandatangani dokumen yang menerangkan bahwa kepulangan sepenuhnya atas kemauan pasien dan keluarga. Kejadian tersebut dikenal dengan istilah pulang atas permintaan sendiri, bukan RS yang memulangkan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga : Habib Rizieq Shihab dirawat di rumah sakit di RS UMMI

Andi mengatakan pihaknya telah memberikan peringatan kepada Rizieq dan keluarganya bahwa hasil pemeriksaan medis belum keluar. Namun pihak keluarga tetap memilih ingin pulang.

Sebelumnya Rizieq sempat dikabarkan tidak mau melakukan pemeriksaan swab karena merasa tidak ada gejala. Menanggapi hal tersebut, Bima Arya selaku Wali Kota Bogor mengancam akan datang langsung dan memastikan pemeriksaan dilakukan.

Atas hal tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Bogor berujung dengan pelaporan RS Ummi ke Polresta Kota Bogor. Pelaporan atas dugaan menghambat dan menghalang-halangi proses penyebaran penyakit menular yang diatur UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Berdasarkan UU tersebut, setiap orang yang menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah dapat dijatuhkan sanksi pidana hingga satu tahun dan/atau denda hingga Rp1 juta.

Juga diatur sanksi pidana hingga 6 bulan dan/atau denda hingga Rp500 ribu bagi setiap orang yang kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.