27/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Gugutan RCI Terhadap Siaran Internet Membuat RCTI Tidak ‘Oke’

2 min read
Gugutan RCI Terhadap Siaran Internet Membuat RCTI Tidak 'Oke'

LajuBerita – Langkah RCTI dan iNews beberapa waktu lalu yang menggugat UU Penyiaran, menurut Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo membuat RCTI tidak oke.

Seharusnya televisi mampu memperkuat konten agar bisa bersaing dengan kreativitas para pembuat konten yang siaran melalui internet.

Dradjad juga mengatakan dengan adanya gugatannya tersebut, RCTI dinilai tidak oke. Karena gugatan yang dilakukan RCTI tersebut seperti menentang arus perkembangan teknologi informasi, pembuatan konten.

“Di seluruh dunia ya ada dua, melalui jalur frekuensi penyiaran biasa dan internet,” kata Dradjad.

Langkah RCTI, menurut Dradjad, juga bisa merugikan anak muda kreatif untuk membuat siaran sendiri dengan konten yang kreatif. Menutup anak muda Indonesia kreatif. Sementara anak muda di negara lain, tetap bisa kreatif.

“Ini tentu sangat merugikan anak muda kita yang kreatif,” ungkapnya.

Harus disadari bahwa untuk mendapatkan izin frekuensi membutuhkan prosedur yang panjang dan biaya yang tidak sedikit.

“Ini yang mungkin membuat RCTI merasa lapangannya tidak sama. Satu sisi harus ada izin, di sisi lain orang lebih bebas. Tapi ini adalah keniscayaan sebuah kemajuan teknologi,” papar politikus PAN ini.

Baca Juga : Komnas Perlindungan Anak Minta Hentikan Penggunaan Istilah Kata ‘Anjay’.

Dalam kondisi sekarang hal yang menjadi kunci di sektor frekuensi tradisional, menurut Dradjad, adalah melakukan adaptas. Lembaga-lembaga penyiaran tradisional di negara lain terbukti bisa bertahan. Malahan bisa lebih bagus. Sebagai contoh Channel 7, Channel 9 di Australia, kemudian di Amerika juga banyak yang bisa bertahan.

Kuncinya memang harus bisa beradaptasi. Dan dalam beradaptasi ini tentu harus membuat konten bagus dan menarik, yang membuat orang tidak mudah mendapatkannya di jalur internet.

“Supaya RCTI tetap oke, maka justru bagaimana RCTI itu membuat konten, yang tidak didominasi konten yang tidak membuat orang pintar,” kata Dradjad.

Dijelaskannya, saat ini banyak didominasi oleh konten televisi yang membuat orang bodoh. Contohnya banyak sinetron-sinetron yang membuat orang bodoh, dengan dialog maupun cerita yang membuat orang bodoh. Juga acara-acara hiburan yang juga membuat orang tidak pintar.

“Harusnya televisi bisa membuat konten kreatif yang tidak hanya mengimpor dari luar. Indonesia bisa kok. Dulu ada sinetron ‘Losmen’ yang menarik,” kata Drajad.

Dradjad sepakat dengan argumentasi yang disampaikan Kominfo bahwa itu antara siaran frekuensi dan internet adalah jalur yang berbeda. Dan untuk konten di internet ada pengaturan lain.

“Saya sepakat konten di internet juga harus diawasi supaya tidak merusak moral dan membuat bodoh bangsa ini. Cuma caranya bukan di UU Penyiaran, tetapi di tempat lain,” ungkap Dradjad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.