22/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Face Shield Menurut Ilmuwan Jepang Hampir 100% Tidak Efektif Cegah COVID-19

2 min read
Face Shield Menurut Ilmuwan Jepang Hampir 100% Tidak Efektif Cegah COVID-19

LajuBerita – Selain masker, Face shield saat ini dianggap sebagai alternatif perlindungan terhadap penularan COVID-19.

Tapi terdapat sebuah temuan baru di Jepang yang menunjukkan bahwa face shield yang terbuat dari plastik tersebut nyaris tak efektif sama sekali guna pencegahan aerosol dari droplet menuju saluran pernapasan.

Ilmuwan lembaga penelitian ilmiah besar di Jepang, Makoto Tsubokura mengungkapkan hal ini berdasarkan modelling komputer.

Makoto dan timnya telah melakukan simulasi menggunakan supercomputer tercepat di dunia, Fugaku untuk menguji efektivitas penggunaan face shield dalam melindungi wajah dari droplet. Simulasi menunjukkan hasil bahwa hampir 100 persen droplet berukuran lebih kecil dari 5 micrometer bisa lolos melewati visor plastik.

Droplet-droplet aerosol ini sebagian besar lolos melalui celah yang tidak tertutup face shield seperti atas dahi, dekat telinga dan leher. Sementara itu droplet yang lebih besar berukuran 50 micrometer, setengahnya masih bisa berada di udara selama beberapa waktu.

Makoto Tsubokura menjelaskan, simulasi ini mengombinasikan aliran udara dan reproduksi dari puluhan ribu droplet dengan berbagai ukuran. Mulai dari yang paling kecil di bawah 1 micrometer hingga ratusan micrometer.

Baca Juga : Gubernur Sebut Aceh Kekurangan Ruang Isolasi Pasien Covid-19.

Berdasarkan hasil simulasi tersebut, Makoto Tsubokura menekankan agar masyarakat sebaiknya tidak memakai face shield sebagai alternatif pengganti masker. Sebab ternyata efektivitasnya sangat rendah.

“Menilai dari hasil simulasi, sayangnya efektivitas face shield dalam mencegah penyebaran droplet dari mulut orang yang terinfeksi sangat terbatas dibandingkan dengan masker,” kata Makoto Tsubokura seperti dikutip dari The Guardian.

“Terutama untuk droplet kecil yang ukurannya kurang dari 20 micrometer. Di saat yang sama, entah bagaimana bisa berguna untuk droplet yang lebih besar dari 50 micrometer,” tambahnya.

Bukan berarti face shield tidak berguna sama sekali. Face shield bisa dipakai ketika berada di tempat terbuka atau ruangan dengan banyak ventilasi. Dengan catatan, jika area tersebut tidak dipenuhi orang, dan setiap orang bisa menjaga jarak minimal 2 meter.

Sementara jika harus berada di ruangan tertutup tanpa ventilasi, masker masih jadi pilihan yang saat ini paling efektif mencegah penularan COVID-19 lewat droplet. Gunakan masker medis atau masker kain tiga lapis dan pakai face shield hanya sebagai perlindungan ekstra. Intinya face shield harus dipakai berbarengan dengan masker.

Lebih penting dari itu sangat ditekankan pentingnya memakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak minimal 1,5 – 2 meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.