24/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Ekonomi Indonesia Tidak Lebih Buruk Dari Negara Maju Manapun

2 min read

Laju Berita – Kondisi makroekonomi Indonesia yang lebih baik ketimbang negara maju maupun negara berkembang lainnya. Diharapkan menjadi daya tarik bagi investor asing untuk masuk ke pasar keuangan domestik.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan kinerja perekonomian sebagian negara, khususnya negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat. Cenderung lebih buruk dibandingkan ekonomi negara berkembang termasuk China dan Indonesia.

“Meskipun Bu Menkeu Sri Mulyani mengatakan kita berpotensi resesi juga tahun ini. Tapi degree of recession-nya lebih rendah dari sebagian besar negara maju dan berkembang,” jelas Josua kepada LajuBerita, Jumat (25/9/2020).

BACA JUGA : Berpergian Tanpa Masker, Seorang Wanita Viral Ketika Live di Sosmed

Baru-baru ini, Kementerian Keuangan mengatakan Indonesia masuk zona resesi dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 sebesar minus 2,9 persen – minus 1,0 persen atau revisi turun dari perkiraan sebelumnya minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

Investor pun sudah berbondong-bondong keluar dari pasar saham maupun pasar obligasi Indonesia. Sejak awal tahun dan belum memperlihatkan tanda-tanda akan kembali.

Di pasar obligasi, tercatat investor nonresiden melakukan aksi jual atau net sell senilai Rp126,58 triliun sejak awal tahun per 22 September 2020.

Sementara di pasar saham, tahun ini tercatat net sell investor asing senilai Rp42,17 triliun hingga 25 September.

Namun demikian, Josua menunjukkan Indonesia saat ini masih memiliki peringkat invesment grade dari lembaga pemeringkat internasional. Yang menandakan bahwa kepercayaan investor global sebenarnya tetap besar terhadap pasarkeuangan Tanah Air.

“Saya pikir momentum ataupun sentimen yang akan memengaruhi masuknya kembali dana asing khususnya. Dari negara maju ke negara berkembang juga dari kondisi di negara maju suku bunganya pasti akan tetap rendah,” tutur Josua.

Lebih lanjut, penemuan vaksin Covid-19 diperkirakan bakal meningkatkan sentimen risiko para investor global untuk kembali melirik aset di negara berkembang atau emerging market.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.