22/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Edarkan Sabu Sambil Jual Baju, Pria Bandung Di Ringkus Polisi

2 min read
Edarkan Sabu Sambil Jual Baju, Pria Bandung Di Ringkus Polisi

Edarkan Sabu Sambil Jual Baju, Pria Bandung Di Ringkus Polisi – Seorang pria di Bandung berhasil di ringkus polisi dikarenakan pria tersebut berjualan baju sambil mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat. Kemudian polisi melakukan pengintaian terhadap tersangka selama empat bulan. AS ditangkap pada Senin (21/9/2020) di Jalan Raya Citapen, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

“Dari pengintaian selama empat bulan itu akhirnya terbukti bahwa tersangka ini mengedarkan sabu di Cimahi dan KBB,” ungkap Kapolres Cimahi Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi, Kamis (24/9/2020).

Modus pengedaran sabu tergolong unik, dikarenakan ia menjual pakaian secara berkeliling untuk menyamarkan aksinya megedarkan sabu ke para langganannya.

“Jadi dia ini berkeliling bawa tas isinya baju untuk dijual. Sambil keliling itu, ternyata dia sudah bawa paket sabu terus ditempel dan dikasih tanda balon sama lakban berwarna. Nanti dia kasih peta ke pelanggannya,” terangnya.

Rumah tersangka pun di geledah polisi, dan polisi berhasil mengumpulkan barang bukti lain berupa 234 paket yang siap diedarkan dan beratnya mencapai 305,11gram.

“Barang bukti yang dimiliki tersangka mencapai Rp 300 juta lebih. Yang bersangkutan mengaku menjual sabu baru empat bulan. Harga per ons atau 100 gram Rp 100 juta,” terangnya.

( Baca Juga : Arab Saudi Akan Buka Kembali Hijrah )

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut Yoris, barang terlarang itu didapat dari salah satu bandar yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Bandung. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengembangan mengenai bandar tersebut.

“Barangnya dipasok bandar di dalam Lapas Kota Bandung. Kita akan lakukan penyelidikan dan pengembangan terkait bagaimana komunikasi dan sistem pemesanannya,” jelasnya.

Dalam satu hari, tersangka sanggup mengedarkan sabu sebanyak 50 sampai 100 paket. “Cara menjualnya komunikasi lewat WhatsApp dan media sosial. Kemudian dia (AS) janjian dengan pembeli dan barangnya ditempel di pohon dan sebagainya,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka AS terancam hukuman paling singkat 5 tahun hingga hukuman seumur hidup karena bertentangan dengan Pasal 114 dan 112 Undang-undang Narkotika 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.