28/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Dikatakan Pemabuk, Pria di Simalungun Tikam Temannya Hingga Tewas

2 min read
Dikatakan Pemabuk, Pria di Simalungun Tikam Temannya Hingga Tewas

LajuBerita – Seorang pemuda akhirnya tewas setelah behrasil ditikam oleh temannya sendiri yang sebelumnya sempat tersinggung dengan perkataan korban.

Korban awalnya melontarkan kalimat bernada ejekan dengan menyebut pelaku pemabuk. Tak terima disebut pemabuk, pelaku pun tersinggung dan menikam temannya itu.

Tersangka pelaku, Hermanto Pakpahan (35), menikam temannya Plores Panjaitan (35) di Jalan Umum Gereja GKPS, tak jauh dari tempat tinggal mereka di Dusun Bandar Mariah, Nagori Bandar Sauhur, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (1/7) sekitar pukul 17.30 WIB.

Sore itu dia tiba di kampungnya usai minum minuman tuak di Saribudolok. Tak lama kemudian, temannya bernama Plores Panjaitan (36) menyebut Hermanto sudah minum tuak dan sudah mabuk.

Kapolsek Purba, Iptu Marlop Sinaga mengatakan pelaku sudah kita amankan. Motif pelaku membunuh karena merasa tersinggung dengan ucapan korban dan akibat pukulan yang diterimanya,” ucapnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa itu bermula saat Hermanto dalam perjalanan pulang dari minum tuak dari Saribudolok. Dia bertemu Plores, Pria itu menyebut Hermanto sudah mabuk. Ucapannya membuat Hermanto tersinggung.

Baca Juga : PSBB DKI Diperpanjang Dan Sanksi Yang Tegas Tetap Berlaku.

“Pelaku langsung mendatangi korban dan terjadi cekcok. Ketika itu korban memukul pelaku dengan sepotong kayu,” ucap M Sinaga.

Hermanto yang tidak terima dengan perkataan dan pukulan kayu itu bergegas ke rumahnya. Dia mengambil sebilah pisau. “Selanjutnya terjadi perkelahian antara pelaku dan korban. Pelaku mengeluarkan pisau dan menikamkannya ke bagian perut korban,” terang Sinaga.

Korban lari ke arah rumahnya untuk menyelamatkan diri. Namun, sebelum sampai ke rumahnya, korban sudah terjatuh telentang dan meninggal dunia dengan tubuh bersimbah darah.

Hermanto sempat meninggalkan diri dari lokasi perkelahian itu. Namun, akhirnya dia dapat ditangkap polisi bersama masyarakat.

Terkait peristiwa ini, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 batang kayu dengan panjang sekitar 30 Cm, sehelai kaus singlet putih berlumur darah, 1 celana panjang berlumuran darah. Sementara pisau yang digunakan pelaku masih dalam pencarian.

Selanjutnya, jasad Plores Panjaitan dibawa tim Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani autopsi.

“Pelaku akan dikenakan Pasal 338 KUHPidana,” tutup M Sinaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.