23/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Cerita Pahit Yang Dirasakan Wali Kota Tri Rismaharini Disaat Menutup Eks Lokalisasi Dolly Terbesar Di Asia Tenggara

3 min read
Cerita Pahit Yang Dirasakan Wali Kota Tri Rismaharini Disaat Menutup Eks Lokalisasi Dolly Terbesar Di Asia Tenggara

LajuBerita – Surabaya, Jawa Timur – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berbagi cerita yang berat disaat akan menutup kawasan Bekas Lokalisasi Dolly di daerah pasar kembang.

Ibu Risma sendiri menyampaikan disaat memberikan sambutan peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-97.

Benar berat sekali rasanya disaat itu banyak sekali gangguan saat membubarkan tempat eks lokalikasi kata Risma di hadapan ribuan hadirin di Aula Bir Ali Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada hari Minggu tanggal 8 maret 2020.

Bahkan menurut Ibu Risma hampir setiap malam halaman kediamannya selalu dipenuhi kiriman ular atau barang gaib meskipun begitu beliau tetap tabah dan sabar menghadapinya.

Setiap malam halaman rumah saya selalu dipenuhin dengan ular gaib tetapi saya harus kuat, kata wali kota surabaya selama 2 periode itu.

Risma sendiri mengaku heran dengan keberadaan hewan kiriman sejenis ular yang tiba – tiba memenuhi halaman rumahnya itu, meski begitu rumahnya kini sudah aman dari gangguan ular gaib yang entah dari mana datangnya itu.

Sekarang bapak ataupun ibu kalau lewat sana sudah enak, tidak ada gangguan lagi, tuturnya.

Bukan hanya sekali ini Risma bercerita tentang teror yang selalu datang disaat memutuskan untuk menutup Lokalisasi Dolly di Pasar Kembang. Terakhir di acara d’Yothizen Goes to Campus di Universitas Negeri Solo 11 Maret (UNS) juga Risma membagikan pengalaman pahit itu.

Disaat itu Risma juga bercerita tentang dia dan keluarganya yang diserang teror berupa kiriman – kiriman gaib terkait keputusannya untuk menutup eks Lokalisasi Dolly.

Baca Juga : Sudah Mencapai 6 Orang Dinyatakan Positif Corona Di Indonesia.

Risma juga banyak menceritakan bahwa sering kali rumahnya tiba – tiba tampak seperti terbakar ataupun tiba – tiba ada ular di dalam atau dihalamanrumah yang siap menyerang.

Secuil cerita Risma seakan membuka tantangan baru karena penolakan warga sekitar disaat itu, Lokalisasi Dolly ditutup sejak tahun 2014 lalu dan banyak masyarakat dan warga yang menolak karena dianggap mematikan sejumlah perekenomian daerah sekitar lokasi tersebut namun sebagian masyarakat juga setuju dengan penutupan lokalisasi portitusi tersebut.

Bahkan sebagian warga yang tidak setuju Lokalisasi Dolly ditutup juga melakukan class action senilai Rp 270 Miliar ke Pemkot Surabaya yang akhirnya gugatan tersebut itu ditolak oleh Pengadilan Negeri (PN) karena salah alamat namun Risma mengaku tidak ikhlas.

Wali Kota Risma mengaku siap dibunuh jika masih ada yang ingin mengusik kawasan eks Lokalisasi Dolly – Jarak agar permasalahan di tempat tersebut cepat selesai.

Kalau memang mau lokasi itu (terus berulah), bunuh saya saja biar selesai masalahnya. Tapi saya tidak akan ikhlas kalau anak – anak generasi penerus kota bangsa kita hancur, tutur Risma dengan nada tinggi usai memberikan kuliah umum di Universitas Surabaya (Ubaya) tahun 2018 lalu.

Risma juga sempat menjelaskan bahwa salah satu alasan menutup lokalisasi terbesar se-asia tenggara itu demi masa depan anak – anak di tempat lokalisasi tersebut.

Kalau tahu ceritanya pasti mengerikan sekali, tapi saya tidak ingin bercerita tentang itu. Yang sudah ya sudah ayo mari kita mulai bersama sama kelaur dan selesaikan masalah ini.

Kita sendiri harus tahu karena ada yang harus diselamatkan sebab masa depan bangsa ini dan kota ini ada di tangan anak – anak termasuk anak yang berada di kawasan lokalisasi di Dolly, terangnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mengungkapkan bahwa tidak ingin namanya dikenang maupun disebut karena dianggap berhasil melakukan penutupan lokalisasi portitusi terbesar di asia tenggara.

Kini warga daerahk awasan eks Lokalisasi Dolly patut dibanggakan, sebab warganya ada yang sukses membuat usaha sendiri yang dibantu pelatihan dari Kantor Pemkot Surabaya.

Mereka ada yang sukses membuat kerajinan seperti sepatu, sandal, batik, atau menjadi penjahit, jadi pengusaha tempe dan keripik tempe dan masih banyak yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.