30/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Cegah Covid-19 Ditjen PAS : menyatakan sebanyak 31.786 Napi dan Anak Telah Dibebaskan

2 min read
Cegah Covid-19 Ditjen PAS : menyatakan sebanyak 31.786 Napi dan Anak Telah Dibebaskan

LajuBerita – Pelaksana tugas (Plt) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Nugroho menyatakan sebanyak 31.786 orang narapidana dan anak telah menjalani asimilasi di rumah atau dibebaskan.

Hal tersebut di kaitkan dengan peraturan Kementerian Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Virus Corona/Covid-19.

Jumlah tersebut adalah data total narapidana dan anak yang mendapat asimilasi per hari ini, Minggu (5/4) pukul 07.00 WIB.

“Angka itu akan terus bergerak, jajaran kami terus mendata narapidana dan anak yang memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 untuk dirumahkan melalui asimilasi dan integrasi,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan,Nugroho, dalam keterangannya, di Jakarta, (5/4).

Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 adalah peraturan yang memuat syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dewasa dan anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Nugroho juga mengatakan mereka diberikan asimilasi pastinya telah mengikuti program pembinaan baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian dan tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin selama menjalani pidana.

Baca Juga : RS Italia Menggunakan Robot Untuk Membantu Staf Medis dan Pasien Covid-19.

Nugroho mengatakan tidak bisa dipungkiri bahwa narapidana dan anak merupakan bagian dari kelompok yang rentan tertular Covid-19, walaupun jajaran pemasyarakatan telah menerapkan langkah-langkah pencegahan.

“Jadi Narapidana dan Anak yang diasimilasikan di rumah telah melalui penilaian perilaku dan dinilai telah siap kembali ke masyarakat, hidup sebagai warga negara yang baik,” jelasnya.

“Kondisi ini semakin dipicu permasalahan overcrowding yang terjadi hampir di seluruh lapas dan rutan seluruh Indonesia,” kata dia.

Dia memastikan 30 ribu lebih narapidana dan anak yang telah resmi menerima asimilasi ini tidak berkaitan dengan usulan revisi Peraturan Pemerintah No.99 Tahun 2012 atau yang sering disebut PP 99 soal asimilasi bagi napi korupsi.

Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan bahwa narapidana dan anak yang telah mendapat asimilasi saat ini berada dalam pembimbingan dan pengawasan Balai Pemasyarakatan (BAPAS).

Selama masa tersebut mereka wajib mengikuti bimbingan dan pengawasan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas misalnya wajib lapor.

“Karena kondisi seperti ini, maka pembimbingan dan pengawasan dilakukan secara online melaui video call atau fasilitas sejenis oleh PK BAPAS,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.