23/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Buronan Kasus Korupsi Pembangunan Jembatan Bengkulu Berhasil Dibekuk

2 min read
Buronan Kasus Korupsi Pembangunan Jembatan Bengkulu Berhasil Dibekuk

Buronan Kasus Korupsi Pembangunan Jembatan Bengkulu Berhasil Dibekuk

Laju Berita – Zulkarnain Muin seorang buronan kasus korupsi pembangunan jembatan gantung yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Bengkulu akhirnya ditangkap tim intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung). Zulkarnain Muin ditangkap tanpa sedikit perlawanan di sebuah apartemen di daerah Jakarta Barat, Selasa (1/12).

“Tim Intelijen Kejaksaan Agung mengamankan Zulkarnain Muin, buronan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Jembatan Gantung Muara I dan II di Bengkulu,” kata Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Sunarta.

Dalam kasus ini, Zulkarnain yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu ditetapkan sebagai salah seorang tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan Jembatan Gantung Muara I dan II di Bengkulu tahun 2007. Kasus ini juga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar lebih dari Rp4 miliar.

Saat itu juga jaksa penuntut umum Kejari Bengkulu menuntut Zulkarnain Muin pidana penjara lima tahun dan membayar denda Rp100 juta subsider enam bulan penjara pada 22 Juni 2011.

Baca Juga : Dihina Miskin Dan Tak Mampu, Santoso Nekat Habisi Nyawa Temannya

Selanjutnya putusan tersebut dibacakan pada 18 Juli 2011, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu memvonis Zulkarnain Muin pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp50 juta subsider satu bulan penjara.

Pada tingkat banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bengkulu pada 13 Oktober 2011. Kemudian baik terdakwa maupun JPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Kemudian pada 12 April 2017, pada tingkat kasasi, Majelis Hakim Mahkamah Agung yang diketuai Artidjo Alkostar memvonis enam tahun dan enam bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara.

“Namun setelah ada putusan kasasi, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan,” kata Sunarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.