24/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Bukan Hanya Ojek Online, Pemerintah Diminta Bantu Semua Pekerja

1 min read

Laju Berita – Ojek online atau ojol menjadi salah satu dari banyak sektor pekerja yang terdampak kebijakan pembatasan transportasi selama masa PSBB, baik dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka sekarang hanya dibolehkan mengantar barang dan tidak boleh membawa penumpang.

Karena kejadian pembatasan ini, para ojek online ramai mengeluhkan pemasukan yang turun drastis, hingga mencapai 80 persen. Mereka juga dijanjikan sejumlah bantuan agar tetao bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Disisi lain, banyak protes dari pekerja di bagian lain luar ojol. Mulai dari buruh hingga pekerja informal mengeluhkan mengapa yang banyak dilihat adalah pendapatan ojol saja. Padahal mereka sama-sama terkena imbas dari kebijakan penaganan virus corona ini bahkan kehilangan pekerjaannya.

BACA JUGA : 2 Hal Yang Menyebabkan Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Bertambah

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menilai ojol tidak semestinya menjadi episenter yang mendapatkan perlakuan istimewa. Karena, banyak sektor-sektor informal lain termaksuk UMKM. Yang turun drastis pendapatannya dan juga memerlukan bantuan.

“Itu memang salah, saya sudah kritisi itu. Pemerintah harus membiayai semua orang yang terkena imbasnya. Terutama sektor informal dan UMKM sudah jelas itu, bukan hanya ojek online, ungkap Agus saat dihubungi oleh Laju Berita (15/4).

Agus berpendapat, status ojol yang dibulng masih ilegal sesuai Undang-undang nomer 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Menurutnya, bansos (bantuan sosial) lebih baik diprioritaskan kepada penyedia jasa transportasi yang statusnya legal berdasarkan UU tersebut, seperti bus, bajaj, hingga angkot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.