28/02/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Berita Baik, Iuran BPJS Kesehatan Turun di Tengah Pandemi Covid-19

2 min read

Laju Berita – Berita baik bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi rakyat kurang mampu. Terhitung hari ini 1 Mei 2020, iuran JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) untuk segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan BP (Bukan Pekerja) akan kembali ke biaya iuran semula.

Berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2018 bahwa iuran ditetapkan sebesar:

  • Kelas 1 iuran sebesar Rp. 80.000
  • Kelas 2 iuran sebesar Rp. 51.000
  • Kelas 3 iuran sebesar Rp. 25.500

Adapun ketetapan penurunan iuran ini merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020 yang menyatakan dibatalkannya Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh M Iqbal Anas Ma’ruf selaku Kepala Humas BPJS Kesehatan. M Iqbal menjelaskan kalau pemerintah menginginkan pelayanan kesehatan terhadap seluruh peserta JKN-KIS tidak terhambat dengan adanya kenaikan iuran tersebut. Terlebih dengan kondisi ekonomi saat ini ditengah Pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Kelulusan Siswa SMA Sederajat Akan Diumumkan Pada 2 MEI

“Dengan adanya putusan Mahkamah Agung mengenai kembalinya iuran seperti semula diharapkan dapat membantu dan tidak membebani masyarakat” ujar M Iqbal.

Menurut M Iqbal kembalinya iuran ini hanya berlaku bagi segmen peserta PBPU dan BP. Sedangkan segmen peserta lain iurannya masih mengacu pada Perpres 75 Tahun 2019 seperti segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Penerima Upah (PPU).

Untuk masa berlaku kembalinya iuran sesuai putusan MA ini adalah per 1 April 2020. Sedangkan iuran bulabn Januari sampai Maret 2020 lalu tetap mengacu pada Perpres 75 Tahun 2019, yaitu:

  • Kelas 1 iuran sebesar Rp. 160.000
  • Kelas 2 iuran sebesar Rp. 110.000
  • Kelas 3 iuran sebesar Rp. 42.000

M Iqbal menjelaskan bahwa tidak ada pengembalian dana atau dikompensasikan di bulan berikutnya atas kelebihan iuran peserta JKN-KIS yang telah di bayarkan pada bulan Januari sampai Maret 2020. Namun jika ada pembayaran di bulan April 2020 maka akan di kompensasikan ke iuran bulan berikutnya.

BACA JUGA : Kelulusan Siswa SMA Sederajat Akan Diumumkan Pada 2 MEI

Sedangkan BPJS sudah melakukan penyesuaian sistem teknologi informasi (IT) serta untuk perhitungan kelebihan iuran peserta. Dan M Iqbal juga berharap agar para peserta sudah mendapatkan tagihan yang telah di sesuaikan pada 1 Mei 2020.

Dan jika pada 1 Mei 2020 peserta mendapatkan kendala terkait status kepesertaan, tagihan serta membutuhkan informasi lainnya, peserta dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

Diharapkan dengan kembalinya iuran ini, agar peserta tetap memprioritaskan jaminan kesehatan sebagai kebutuhan dasar terlebih dimasa Pandemi Covid-19 ini. Karena resiko sakit akan semakin memperlebar keterpurukan ekonomi apabila tidak memiliki jaminan kesehatan.

Sedangkan Pemerintah sudah menyiapkan rencana penerbitan Peraturan presiden yang substansinya berupa pengaturan keseimbangan dan keadilan besaran iuran antar segmen peserta. Karena dampak terhadap kesinambungan program dan pola pendanaan JKN, konstruksi ekosistem jaminan kesehatan yang sehat, termasuk peran pemerintah pusat dan daerah.

Rancangan Perpres tersebut sudah melalui proses harmonisasi dan selanjutnya akan berproses paraf para menteri dan diajukan penandatanganan kepada Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.