27/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Berikan Upacara Penghormatan kepada Sekda Saefullah Anies Menuai Kritik

2 min read
Berikan Upacara Penghormatan kepada Sekda Saefullah Anies Menuai Kritik

LajuBerita – Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta dikritik karena telah melakukan penghormatan terakhir kepada Sekda DKI Jakarta Saefullah yang meninggal dunia dengan status positif Covid-19. Seharusnya Anies langsung memakamkan Saefullah sesegera mungkin dengan protokol kesehatan jenazah Covid-19.

Salah satu yang mengkritik Anies adalah Ketua FAKTA, Azas Tigor Nainggolan.
“Seseorang yang meninggal dengan status positif Covid-19 seharusnya langsung dibawa dan dimakamkan sesegera mungkin sesuai protokol kesehatan masa pandemi COVID-19,” Paparnya pada Kamis 17 September.

Seperti yang diketahui, jenazah Saefullah dibawa ke Balai Kota Jakarta untuk diberikan penghormatan terakhir atas pengabdiannya kepada Ibu Kota. Menurut Azas, seharusnya Anies memberikan penghormatan terakhir di rumah sakit saja.

“Kenapa jenazah Pak Saefullah, Sekda Jakarta, yang meninggal dibawa ke Balai Kota? Bukannya jenazah yang meninggal karena positif Corona harusnya langsung dimakamkan ke TPU? Jika memang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada jenazahnya, kenapa tidak Anies Baswedan yang datang menghampiri jenazah almarhum ke rumah sakit?” ucap Azas.

Baca Juga : Banyak Pejabat DKI Jakarta Positif COVID-19, Anies Rutin Tes Swab.

Azas juga melihat ada banyak orang yang berkumpul saat penghormatan terakhir untuk Sekda Saefullah di Balai Kota Jakarta. Dan ini berbahaya menurut Azas. Karena saat di Balai Kota, terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang berdatangan guna melihat dan memberi penghormatan ke almarhum. Jelas kejadian tersebut dapat menjadi klaster penyebaran Corona.

Bahkan menurut Azas Anies dinilai sombong sebagai atasan terhadap bawahannya dan tindakannya tersebut sangat membahayakan menyebarkan COVID-19 dan jelas melanggar hukum.

“Sikap ini juga membuktikan bahwa Anies Baswedan tidak peduli dan tidak memiliki komitmen melindungi warga Jakarta,” tambah Azas.

Chaidir selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mengomentari kritikan Azas terhadap Anies. Chaidir mengatakan kalau upacara penghormatan terakhir itu digelar menggunakan protokol kesehatan. Jenazah almarhum juga tetap berada di dalam peti mati dan tidak diturunkan dari ambulans.

“Jenazah masih di dalam ambulans dan sudah mengikuti protokol COVID. Jenazah tidak diturunkan dari ambulance. Semua sudah mengikuti protokol kesehatan, jadi menurut kami tidak ada yang dilanggar, jenazah tertutup dalam peti, dalam ambulans yang rapat, nggak ada masalah,” ujar Chaidir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.