30/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Berikan Garansi Pasti Sampai Kampung Halaman, Harga Tiket Travel Gelap Mencapai Empat Kali Harga Normal

2 min read
Berikan Garansi Pasti Sampai Kampung Halaman, Harga Tiket Travel Gelap Mencapai Empat Kali Harga Normal

LajuBerita – Sebanyakan 202 kendaraan travel gelap yang membawa pemudik dengan gesit diamankan Polda Metro Jaya selama tiga hari terakhir.

Tak main-main, harga tiket yang di patok untuk sekali keberangkatan mencapai 4 kali lipat dari harga normal dengan garansi bisa sampai ke kampung halaman.

Hal tersebut ditegaskan oleh Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo selaku Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya saat rilis pengungkapan kasus pengamanan kendaan travel gelap yang membawa pemudik di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta pada Senin 11 Mei 2020.

“Harga tiket yang ditawarkan travel gelap itu cukup mahal. Bisa tiga kali sampai dengan empat kali harga normal. Misalnya ke Brebes itu Rp 500.000 padahal harga normalnya hanya Rp 150.000” ungkap Sambodo.

Sambodo juga mengatakan kalau modus operandi pelaku travel gelap tersebut diketahui menawarkan melalui sosial media seperti facebook atau instagram.

Ada juga yang dari mulut ke mulut. Bahkan mereka berani memberikan garansi kepada pemudik untuk bisa lolos dari pos pelarangan mudik yang telah di jaga polisi.

Mayoritas pengemudi tranvel gelap ini memilih jalur tikus agar bisa lolos dari pos mengamanan polisi di perbatasan keluar Jakarta, Bekasi Depok dan Tangerang. Namun tak sedikit yang terjaring razia di pos pemantauan polisi di daerah.

Baca Juga : Maling Sumatera Utara Makin Sadis dan Nekat, Sepeda Motor Polisi Juga Mau Dicuri.

Sebelumnya, diberitakan kalau Polda Metro Jaya telah mengamankan sebanyak 202 kendaraan travel gelap yang nekat beroperasi membawa pemudik ke kampung halaman. Jumlah tersebut merupakan akumulasi penindakan hanya dalam 3 hari terakhir saja.

Sambodo megatakan kendaraan travel gelap yang di tindak sejak 8 Mei 2020 hingga 10 Mei 2020 merupakan kendaraan plat hitam atau kendaraan yang tidak memiliki izin trayek.

“Kita mengamankan 202 unit kendaraan dalam waktu 3 hari. Kendaraan yang diamankan terdiri dari 11 unit bus, 112 minibus, 78 mobil pribadi dan 1 unit kendaraan truk yang digunakan untuk mengangkut penumpang juga” papar Sambodo.

Kendaraan-kendaraan tersebut diamankan saat melintas di pos pemantauan polisi di jalan tol, jalur arteri non tol bahkan di jalur tikus. Namun sebagian besar kendaraan yang terjaring di amankan di jalur tikus.

Dari hasil pengamanan, mayoritas tujuan pemudik mengarah ke Jawa Barat, Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Sambodo juga menyampaikan kalau pengemudi akan ditindak sesuai dengan pasal 308 UU NO 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan.

Yang berisi bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor umum yang tidak memiliki izin mengangkut orang tidak dalam trayek, maka dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

“Namun kita tetap lihat case by case, jika pengemudi yang ditemukan tidka memiliki SIM maka kita akan tambahi tidak punya SIM. Terlebih jika tidak memiliki STNK, kita juga akan tambahi tidak memiliki STNK dan ini akumulatif tergantung jenis kendaraannya. Namun jika memiliki SIM dan STNK hanya dikenakan pasal 308” jelas Sambodo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.