20/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Aulia Kesuma dan Anaknya Divonis Hukuman Mati, Bagaimana dengan 2 Eksekutornya?

2 min read

Laju Berita – Aulia Kesuma dan putra kandungnya Geovanni Kelvin pelaku kasus pembunuhan berencana terhadap Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana telah diputuskan vonis hukuman mati pada Senin 15 Juni 2020.

Sementara 2 eksekutor yang di sewa Aulia untuk membunuh suaminya dan Dana bernasib berbeda. Kusmawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng, divonis hukuman seumur hidup oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan.

Sedangkan Rody Syahputra, Karsini alias Tini, dan Supriyanto alias Apat yang merupakan tersangka lainnya divonis 15 tahun penjara.

Raut muka Aulia tampak muram setelah vonis selesai di bacakan. Berbeda dengan Geovanni yang terlihat lebih santai dan tak merespon vonis hukuman mati yang dijatuhkan padanya dan ibunya. Ia hanya terlihat menatap layar dan mencopot headset setelah vonis dibacakan.

Adapun vonis hukuman mati tersebut di bacakan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Suharno dalam sidang putusan yang di gelar di PN Jakarta Selatan melalui telekonferensi Zoom meeting.

BACA JUGA : Oknum Dokter RSUD di Aceh Diduga Lecehkan Pasiennya

Suharno menjelaskan kalau Aulia dan Geovanni dianggap telah melakukan perbuatan yang tidak manusiawi, sadis, dan tak beradab. Bahkan pada akhir pembacaan vonis dinyatakan bahwa tidak ada hal yang bisa meringankan hukuman Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin.

Adapun alasan Aulia membunuh Pupung Sadili dan Dana pada Agustus 2019 karena merasa sakit hati. Aulia mengaku semasa dirinya menikah pada 2011 ia harus banting tulang sendirian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara Pupung tidak pernah bekerja. Aulia dan Pupung kerap bertengkar masalah sepele, termasuk mempermasalahkan pergaulannya dengan Dana.

Puncak permasalahan saat Aulia memutuskan berhutang ke Bank pada 2013. Aulia berhutang senilai 10 milian rupiah yang digunakan untuk membuka usaha restaurant.

BACA JUGA : Oknum Dokter RSUD di Aceh Diduga Lecehkan Pasiennya

Namun ditengah jalan, Aulia merasa keberatan harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta setiap bulannya. Sedangkan Pupung disebut tak bersedia menanggung cicilan tersebut.

Bahkan saat Aulia mengusulkan agar rumah Pupung di Lebak Bulus Jakarta Selatan agar dijual untuk melunasi utangnya, Pupung tidak setuju. Hal tersebut yang membuat Aulia nekad menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa sang suami.

Pupung dan Dana dibunuh menggunakan 30 butir obat tidur di rumahnya. Keduanya kemudian dibawa ke Sukabumi untuk dibakar di dalam mobil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.