27/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Alumni ITB Minta Din Syamsuddin Mengundurkan Diri Dari Majelis Amanat ITB

2 min read

Laju Berita – Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta Majelis Wali Amanat ITB mencopot Din Syamsuddin dari keanggotaan MWA ITB. Permintaan tersebut diutarakan melalui surat yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Ketua Wali Amanat ITB.

Dalam surat tersebut terdapat 1.355 nama alumni yang tercantum. Dengan mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme, Alumni ITB mengklaim berasal dari berbagai jurusan di ITB dari angkatan 1957 hingga 2014.

Achmad mengatakan Peraturan yang tertuang dalam statuta ITB yang dirumuskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013 di antaranya menegaskan bahwa hubungan eksternal dengan pihak pemerintah, alumni, tokoh masyarakat, dan komunitas harus dikelola dengan baik dan berkesinambungan.

BACA JUGA : Perkosa Putri Kandung Sendiri Hingga Berkali-kali Karena Ditinggal Istri

Menurut Achmad, permintaan pencopotan Din Syamsuddin dilayangkan setelah mencermati pernyataan-pernyataan, sikap, serta sepak terjang Din Syamsuddin selama satu tahun terakhir. Ada beberapa pernyataan kritikan Din, baik kepada pemerintah maupun lembaga negara lain yang disorot oleh para alumni.

Yang pertama adalah pernyataan Din pada 29 Juni 2019. Din mengatakan adanya rona ketidakjujuran dan ketidakadilan pada proses pengadilan sengketa hasil pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Persoalan kedua adalah Din membuat pernyataan dalam webinar Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA). Dan Kolegium Jurist Institute di Youtube pada 1 Juni 2020 bertajuk Menyoal Kebebasan Berpendapat. Dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19.

Alumni menilai, dalam paparannya tersebut, Din telah melontarkan prasangka buruk terhadap pemerintah. Menuduh pemerintah Indonesia otoriter dan represif, bahkan menuduh Presiden Joko Widodo membangun sistem kediktatoran konstitusional.

BACA JUGA : Perkosa Putri Kandung Sendiri Hingga Berkali-kali Karena Ditinggal Istri

Achmad mengatakan atas hal tersebut para alumni lantas melakukan penelusuran rekam jejak terhadap Din. Dari beberapa penelusuran tersebut mereka menyimpulkan Din Syamsuddin cenderung berkarakter radikal.

Din, juga diketahui pernah menghadiri dan berpidato dalam konferensi khilafah internasional pada 2007. Alumni juga menyorot keputusan Din yang mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden guna melakukan Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban. Tak hanya itu, perbedaan sikapnya dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Pilpres 2019 juga menjadi sorotan.

Gerakan Anti Radikalisme – Alumni ITB pun mencatat terdapat 6 simpulan dari paparan mereka. Mereka menilai Din secara konsisten mengambil sikap konfrontatif terhadap pemerintah.

“seolah-olah justru berharap terjadi konflik dengan pemerintah” tak segan selalu menyerang pemerintahan Jokowi dengan tuduhan-tuduhan negatif yang dianggap tidak cukup memiliki validitas.

Din juga dianggap mempunyai tendensi untuk mudah melontarkan pernyataan agitatif kepada masyarakat yang berpotensi menimbulkan konflik dan ditengarai memiliki antipati tertentu terhadap figur Presiden Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.