23/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Alasan Polisi Yang Tabrak 3 Pemotor Tidak Dijadikan Tersangka

2 min read

Laju Berita – Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo menjelaskan, sudah ditetapkan satu tersangka atas kasus kecelakaan maut di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tersangkanya adalah pengemudi Hyundai dengan inisial H, yang menyerempet mobil polisi sampai menabrak tiga pengendara motor.

Kesimpulan dari penyidik laka lantas Polda Metro menetapkan H sebagai penyerempet polisi sebagai tersangka atas kejadian tersebut. Bahkan, satu pegendara motor yang tertabrak dilaporkan meninggal.

Lantas, mengapa Aiptu Imam tidak ditetapkan sebagai tersangka ?

Sanbodo menjelaskan, tabrakan yang disebabkan Aiptu Imam tidak bisa dianggap terjadi karena kesalahan sendiri. Karena, kecelakaan tersebut dipicu oleh pengemudi Hyundai yang sempat menyerempet mobil Imam.

Terjadinya kecelakaan ini tidak berdiri sendiri, tapi disebabkan oleh seserang yang menyenggol movil Inova silver.

Selain itu, penetapan H sebagai tersangka juga didukung oleh berbagai alat bukti. Termasuk keterangan dua saksi di lokasi yang melihat mobil Hyundai menyalip mobil yang dikendarai Aiptu Imam, hingga kemudian menyebabkan hilang kendali dan menabrak pengendara sepeda motor di jalur berlawanan.

BACA JUGA : Uang Berceceran Di Bali, Warga Heboh Dan Viral di Medsos

“Yang sangat jelas adalah alat bukti berupa rekaman CCTV yang kami dapat dari sebuah toko yang tidak jauh dari TKP. Yang memperlihatkan bahwa pengemudi Hyundai membenturkan mobilnya ke mobil Innova, kemudian mobil tersebut hilang kendali sehingga menyebrang jalur dan menabrak 3 motor yang melaju berlawanan arah,” kata dia.

Dari berbagai alat bukti itulah, polisi hanya menetapkan H sebagai tersangka dalam kecelakaan maut ini.

H juga sempat melaporkan pemukulan yang dilakukan seorang anggota polisi terhadapnya. Ia melaporkannya kepada Polres Jakarta Selatan.

Pemukulan itu diduga terjadi di sekitar SMP Suluh, sekitar 200 meter dari lokasi kecelakaan. Peristiwa ini diduga bermula dari salip menyalip mobil antara keduanya.

Terkait laporan pemukulan yang diduga menimpa H, polisi masih akan menyelidikinya lebih lanjut.

“Tentu ini kami akan cek lagi di lapangan, karena yang bersangkutan sudah membuat LP. Nanti dari pihak Reserse dan pihak Propam akan memanggil saksi-sakis di TKP dan sebagainya,” tutup Sambodo.

Tersangka H yang berusia 25 tahun ini diketahui merupakan seorang karyawan di salah satu bank BUMN. Kini, ia ditahan di Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.