21/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Akibat Tidak Mampu Bayar Swab, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

2 min read
Akibat Tidak Mampu Bayar Swab, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Akibat Tidak Mampu Bayar Swab, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya – Kisah sedih seorang Ibu bernama Ervina Yana di Makassar Sulawesi Selatan, yang harus kehilangan bayi jelang kelahiran anak ketiganya.

Cerita Ervina ini viral di media sosial. Aktivis perempuan di Kota Makassar, Alita Karen menjabarkan kisah Ervina. Dia yang sempat mendampingi Ervina saat tengah dirawat di RS Ananda, Makassar pada Rabu (16/6/) malam.

Ketika Ervina dirawat itu, Alita menanyakan soal BPJS. Kata Erivina, kepada Alita, dia mengaku memiliki BPJS dan PBI (Penerima Bantuan Iuran). Dengan kepemilikan PBI itu, Ervina bisa mendapat penanganan di Puskesmas.

Ervina diakui rutin melakukan pemeriksaan di Puskesmas Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Hanya saja, ketika mengalami kontraksi, Ervina langsung ke salah satu rumah sakit.

“Ternyata menurut Ibu Ervina tiba-tiba dia konstraksi dan sakit perutnya, jadi dia ke Rumah Sakit Sentosa. Diperiksa di Sentosa, dia disarankan untuk ke RS Siti Khadijah atau ke RS Stella Maris karena Sentosa tidak punya peralatan yang lengkap, ini menurut penuturan Ibu Ervina,” ujar Alita kepada¬†LajuBerita, Rabu (17/6/2020).

Ervina pindah rumah sakit lagi karena RS Sentosa dan RS Siti Khadijah tidak bisa melakukan proses sesar. Singkat cerita, Ervina lalu memeriksakan diri ke RS Stella Maris.

Namun, sebelum menjalani proses melahirkan, Ervina harus menjalani rapid test lebih dulu. Dan, hasilnya reaktif COVID-19. Untuk memastikan soal virus, maka Ervina diharuskan menjalani pemeriksaan swab test (PCR).

“Ini kan (RS Stella Maris) rumah sakit swasta, jadi dia harus berbayar Rp 2,4 juta. Kemudian dia keluar dari situ dan dia ke RS Ananda,” tutur Alita.

Lantaran tak mampu membayar uang tes Corona, Ervina pindah rumah sakit lagi. Dia menuju ke RS Ananda. Sesampainya di sana, kandungan Ervina langsung diperiksa tim dokter.

( Baca Juga : Nikita Mirzani Dikabarkan Akan Maju Menjadi Caleg ) 

Namun, berdasarkan hasil USG diketahui janin di dalam tubuh Ervina sudah meninggal dunia.

“Saya mendengar cerita dokter di Ananda yang menangani, kalau pada saat di USG itu janin sudah tidak bergerak. Jadi mau di-rapid dulu karena harus dioperasi dan rencana memang operasinya hari ini. Kan harusnya kemarin tapi harus dulu melalui proses rapid, makanya melewati proses rapid dan dia reaktif,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sampai turun tangan terkait kasus Ervina. Dia mengecek kondisi Ervina di RS Ananda Makassar. Namun Andi tidak menemui langsung Ervina karena tengah diisolasi di ruangan khusus setelah menjalani rapid test ulang dan pemeriksaan swab.

“Memang dia (Ervina), menurut hasil rapid test reaktif, makanya beberapa rumah sakit meminta untuk tes PCR lagi, karena reaktif. Karena kan harus ada penanganan dengan protap (COVID-19),” ujar Andi.

“Kalau biaya (rapid test dan swab) sebenarnya memang ada biaya dikenakan dari Ananda, tapi saya minta digratiskan karena persoalannya memang orang yang tidak mampu,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.