21/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

54 SMP di Boyolali Mulai Sekolah Tatap Muka Pekan Depan

2 min read
54 SMP di Boyolali Mulai Sekolah Tatap Muka Pekan Depan

LajuBerita – Sebanyak 54 SMP di Boyolali sudah diizinkan untuk menggelar atau mulai sekolah tatap muka mulai pekan depan.

Setelah dari hasil verifikasi, sekolah-sekolah tersebut dinyatakan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka di masa pandemi virus Corona atau COVID-19 ini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali mengatakan 54 SMP di wilayahnya mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Senin (7/9).

“Dari hasil verifikasi ke sekolah-sekolah di Boyolali, sebanyak 97 sekolah yang terdiri atas 52 SMP negeri dan 45 SMP swasta, 54 sekolah di antaranya sudah sangat siap melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ungkap Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto, Rabu (2/9).

Menurut Darmanto, pembelajaran jarak jauh mengalami banyak kendala ekonomi. Mulai dari tidak semua siswa memiliki android, paket data, susah sinyal, dan tidak semua guru dapat mengoperasi android.

Baca Juga : Selama Masa Pandemi 100 Dokter Meninggal akibat Terinveksi Covid-19.

Sebelumnya, lanjut dia, pihaknya telah bertemu dengan Satgas Covid-19, Sekda Boyolali, Ketua Komisi IV DPRD, dan Ketua Dewan Pendidikan setempat untuk mendengar paparan kesiapan masing-masing SMP.

“Disdikbud dari hasil rapat juga ada masukan yang dirangkum menjadi standar operasional soal protokol kesehatan, sehingga penerapannya akan lebih baik,” lanjutnya.

Ia menjelaskan 54 SMP yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka sangat bergantung pada Satgas COVID-19 di desa. Pasalnya, sekolah boleh menggelar pembelajaran tatap muka jika berada pada zona hijau atau kuning.

Namun demikian, sekolah yang masuk daerah zona merah COVID-19, harus langsung berhenti,dan melaksanakan belajar dari rumah. “Empat syarat mutlak yang harus dipenuhi sekolah sebelum mulai kegiatan pembelajaran secara tatap muka.

Antara lain sekolah masuk zona kuning atau hijau, ada izin dari orang tua siswa, sarana prasarana sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan, dan ada izin Disdikbud,” katanya.

Saat kegiatan pembelajaran tatap muka, kata dia, harus dengan adaptasi kebiasaan baru dan kurikulum tidak menjadi target, sehingga waktunya juga dibatasi. Hal ini untuk menerapkan social distancing maksimal 18 siswa setiap kelas. Jika jumlah siswa 30 anak bisa dilakukan dua shift dan tanpa istirahat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.