22/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

5 Jasad ABK Ditemukan di Freezer KM Starindo di Kepulauan Seribu

2 min read
5 Jasad ABK Ditemukan di Freezer KM Starindo di Kepulauan Seribu

LajuBerita – Polres Kepulauan Seribu pada Kamis 17 September 2020 menemukan 5 jasad anak buah kapal (ABK) yang disimpan di dalam freezer.

Penemuan jenazah ABK tersebut pada kapal KM Starindo Jaya Maju VI. Kelima ABK tersebut diduga tewas akibat meminum miras oplosan.

AKBP Morry Ermond selaku Kapolres Kepulauan Seribu menjelaskan penemuan jasad kelima ABK tersebut berawal saat polisi melakukan patroli dalam rangka operasi yustisi di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

“Karena kita Polres Kepulauan Seribu ini berbasis perairan, sehingga kami patroli dan mendatangi kapal nelayan yang jumlah ABK-nya lebih dari kapasitas,” kata Morry.

Saat sedang melakukan patroli, petugas menghampiri KM Starindo Jaya Maju VI. Saat itu diketahui kapal tersebut sedang berlayar menuju Jakarta setelah mencari ikan selama 2 bulan.

“Saat kami mendatangi kapalnya untuk melakukan pratroli, karena hampir semua pakai masker, anggota bagikanlah masker ke ABK. Jadi sifatnya kita teguran, karena tak mungkin diberikan sanksi sosial di laut,” katanya.

Baca Juga : KKB Menembaki pesawat Dabi Air di Bandara Bilogai Papua.

Kemudian petugas mengecek jumlah ABK kapal tersebut. Saat pemeriksaan, diketahui jumlah ABK tak sesuai dengan manifes kapal. Kemudian ada terlihat gelagat mencurigakan dari ABK. Dan ketika ditanya, awalnya mereka tutup mulut semua. Saat tutup mulut semua dicek manifes, barulah mereka mengakui bahwa ada 5 rekannya meninggal akibat minum miras oplosan.

“Setelah sudah diketahui meninggal, ditanya mana ABK yang sudah meninggal tersebut, ternyata disimpan di freezer,” papar Morry.

Para ABK dan nakhoda kemudian menjelaskan kepada petugas, bahwa kelima ABK tersebut meninggal karena meminum miras oplosan. Namun polisi tidak langsung percaya begitu saja pada pengakuan para ABK, mengingat situasi sedang pandemi COVID-19.

“Saya perintahkan semuanya untuk protap protokol kesehatan takutnya COVID. Saya minta seluruh anggota keluar dari kapal tapi tetap kawal, saya perintahkan merapat ke Marina,” jelasnya.

Setiba di Pantai Marina, polisi melakukan rapid test terhadap seluruh ABK dan nakhoda. Sedangkan jenazah kelima korban dievakuasi ke RS Kramat Jati.

Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan kasus kematian kelima ABK itu. 6 orang yang terdiri dari nakhoda dan ABK diperiksa polisi terkait temuan mayat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.