01/12/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

5.000 Keluarga di Sumbawa Sampai Saat Ini Belum Menikmati Listrik

2 min read
5.000 Keluarga di Sumbawa Sampai Saat Ini Belum Menikmati Listrik

5.000 Keluarga di Sumbawa Sampai Saat Ini Belum Menikmati Listrik

Laju Berita – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menanggapi masih banyak daerah yang belum bisa menikmati listrik, seperti salah satunya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sekaligus meminta pemerintah daerah untuk berupaya segera memenuhinya.

“Pemdanya itu harus berjuang keras. Memang pemda itu ujung tombaknya, sedangkan pihak di luar pemda itu hanya tetap memperjuangkan itu sesuai dengan kemampuan masing-masing,” kata anggota DPR dari Dapil Sumbawa Zainul Arifin, dilansir Antara.

Intinya, kata Zainul Arifin, tidak boleh ada daerah yang tidak mendapatkan listrik, apalagi Indonesia saat ini sudah 75 tahun merdeka. “Masa sudah 75 tahun tidak bisa menikmati listrik?” katanya.

Zainul juga mengaku sangat kecewa karena belum semua masyarakat di dapilnya dapat menikmati listrik sehingga pemda didesaknya untuk bergerak menjadi ujung tombak pembenahan masalah listrik. Menurut Zainul juga, pemerintah harus menyebut rasio elektrifikasi telah mencapai 99,09 persen. Namun, kenyataannya di ketersediaan listrik di daerah belumlah menyentuh keseluruhan wilayah, seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, NTB.

BACA JUGA : Acara Maulid Dikritik Karena Doakan Jokowi Dan Megawati Umur Pendek

Data PT PLN Unit Induk Wilayah NTB menyebutkan ada 44 dusun di Pulau Sumbawa yang belum mendapatkan akses listrik sehingga berdampak sebanyak 5.000 KK yang belum menikmati listrik. Dari 24 kecamatan di Sumbawa, hanya dua kecamatan yang dialiri listrik 24 jam.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno juga sempat meminta pemprov dan pemkab untuk segera mencarikan alternatif sumber lain seandainya jaringan listrik belum dapat menjangkau daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan) di Indonesia. Program tabung listrik dinilainya bisa menjadi alternatif sementara, kemudian yang perlu dipikirkan untuk wilayah tertinggal adalah penyediaan PLTS.

“PLT tidak perlu membangun pembangkit listrik biasa, tetapi yang dibangun pembangkit listrik surya karena biayanya juga lebih rendah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.