24/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

38 Calon Penumpang Kedapatan Pakai Surat Rapid palsu Di Bandara Samarinda

2 min read
38 Calon Penumpang Kedapatan Pakai Surat Rapid palsu BandaraSamarinda

38 Calon Penumpang Kedapatan Pakai Surat Rapid palsu BandaraSamarinda

Laju Berita – Petugas di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, dalam sepekan terakhir telah memergoki 38 calon penumpang yang menggunakan surat non reaktif Covid-19 palsu dari hasil rapid test.

Dari catatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara APT Pranoto, terbanyak pada 13 November 2020 lalu, ada 18 orang calon penumpang yang rombongan bepergian keluar Samarinda melalui bandara.

“38 calon pax (penumpang) itu, adalah yang kita sita tiketnya. Ada 30 diantaranya karena pemalsuan surat dokumen rapid test. Sebenarnya, lebih dari itu juga,” kata Koordinator KKP Kelas II Samarinda di Bandara APT Pranoto, Heru Sasongko, dikonfirmasi Lajuberita.

Dia juga menerangkan, ketelitian petugas KKP untuk memeriksa dokumen hasil rapid test, berangkat dari kejadian sebelumnya, adanya beberapa temuan dokumen terlihat asli, namun palsu. Sehingga, KKP harus lebih teliti memeriksa dokumen yang dibawa penumpang.

“Malah calon pax itu diantaranya juga oknum wartawan sendiri,” ujarnya.

Baca Juga : Nashrudin Azis Wali Kota Cirebon Positif Covid-19

Heru juga menyampaikan, konsekuensi bagi penumpang membawa dokumen palsu, sejatinya sudah melanggar Undang-Undang Karantina. “Tapi itu ranah pidana umum, dan kita serahkan ke aparat penegak hukum,” tambahnya.

“Bagi calon penumpang, yang kalau masih kooperatif untuk rapid ulang di bandara, dan kalau hasilnya reaktif, tiketnya tidak akan kita kembalikan. Otomatis tiket hangus,” sebut Heru.

“Tapi jika datang ke bandara, dan tiba-tiba tidak tahu masa dokumen hanya berlaku 14 hari, kalau dari hasil rapid ulang reaktif, kita bisa bantu refund tiket 100 persen. Kami selalu menjunjung tinggi hak konsumen. Asalkan, dokumen asli, tapi tidak berlaku lagi,” jelas Heru.

Heru sangat berharap, pihak-pihak yang menjanjikan bisa secepatnya mengurus terbitnya surat rapid test, tanpa uji rapid, bisa ditindak. “Karena calon pax ini kan korban. Misal, mau berangkat dengan siapa ya yang bisa urus surat itu? Mestinya, orang yang bisa mengurus itu yang mesti dibongkar, diberantas,” sebut Heru.

“Jadi, yang 38 calon pax yang saya sebutkan itu, yang membawa dokumen asli tapi palsu, konsekuensinya tidak semua batal berangkat. Karena ada yang rapid test lagi di bandara. Kalau non reaktif, ya silakan berangkat,” pungkas Heru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.