02/12/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

3 Pelajar Ditangkap Polisi Karena Diduga Provokator Kerusuhan Demo RUU Cipta Kerja

2 min read

LajuBerita.news, Jakarta – Polisi berhasil mengamankan tiga orang pelajar karena diduga menghasut untuk berbuat onar dan kerusuhan saat aksi demo penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyatakan, kepolisian memiliki bukti bahwa tiga pelajar berinisial MLAI (16), WH (16), serta SN (17) mengajak pengikutnya di sosial media untuk ikut berbuat onar saat demo RUU Cipta Kerja.

“Kami amankan tiga orang yang memang memprovokasi, menghasut dan melakukan ujaran kebencian serta menyebarkan berita bohong terkait masalah demo kemarin. Mereka yang membuat undangan-undangan STM itu loh,” kata dia, Selasa (20/10/2020).

BACA JUGA : Ngaku Istri Jaksa Saat Razia Corona, Seorang Emak-emak Dilaporkan ke Polisi

Yusri menerangkan, peran masing-masing pelaku. Dua orang di antaranya membuat grup Facebook STM se-Jabodetabek. Yusri menyebut pengikut grup tersebut berkisar 20 ribu orang.

“Kedua orang ini adalah admin daripada grup itu,” kata dia.

Yusri menjelaskan, latar belakang kedua orang ini adalah seorang siswa STM di ibu kota. Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda.

“MLAI adalah siswa SMK di Jakarta umurnya 16 tahun tempat penangkapan Klender Jakarta Timur. Kedua inisialnya WH juga murid SMK, juga Anarko umurnya 16 tahun juga. Ditangkap di Cipinang Jakarta Timur,” imbuhnya.

Sementara itu, satu orang lain yakni SN (17) membuat konten bernada provokatif di akun instagram @panjang.umur.perlawanan. SN juga disebut sebagai admin dari akun tersebut.

“SN ditangkap di Cibinong, Bogor Jawa Barat,” ucap dia.

Yusri menunjuk mereka semua melakukan provokasi kepada pelajar untuk ikut menyusup pada saat unjuk rasa penolakan RUU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 dan 13 Oktober 2020. Bahkan, mereka sudah membuat undangan untuk aksi 20 Oktober 2020.

“Pelajar yang datang 8 Oktober dan 13 Oktober diundang lagi untuk melakukan kerusuhan bukan demo, ini dihasut kumpul untuk melakukan kerusuhan,” jelasnya.

Yusri mengatakan, ketiga pelajar dijerat dengan Undang-Undang ITE. Kepolisian mengantongi bukti bahwa mereka membuat dan menyebarkan meme, serta video provokasi ke media sosial. Saat ini, ketiganya sedang dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Dia menyebut, dua dari tiga pelajar yang ditangkap diketahui sebagai anggota kelompok Anarko. Kelompok itu yang kerap dikaitkan dengan kerusuhan saat demo RUU Cipta Kerja.

“Ketiganya sudah diamankan di Polda Metro Jaya untuk dikembangkan. Dari tiga ini ada dua yang Anarko,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.