01/12/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

2 Pasang Lesbian Bunuh Supir Taksi Online dan Buang Mayatnya ke Hutan

2 min read
2 Pasang Lesbian Bunuh Supir Taksi Online dan Buang Mayatnya ke Hutan

LajuBerita – 2 pasang lesbian telah berhasil diringkus aparat Polresta Bandung Jawa Barat karena diduga membunuh supir taksi online secara tragis.

Diketahui korban samiyo Basuki Riyanto berusia 60 tahun ditemukan di tebing hutan pinus di Pangalengan dalam keadaan tak bernyawa pada 30 Maret 2020.

Hasil penyelidikan kepolisian akhirnya menangkap 4 perempuan yang terakhir diketahui penyuka sesama jenis atau lesbian.

Karena mengaku tak punya uang untuk membayar ongkos, 2 pasang lesbian tersebut nekat menghabisi nyawa Samiyo.

AKBP Hendra Kurniawan selaku Kapolresta Bandung mengatakan saat itu kepolisian mendapat laporan terkait penemuan mayat di tebing hutan pinus di Pangalengan. Korban adalah seorang supir taksi online.

Hendra pun mengungkap kronologi kejadiannya

Peristiwa berawal saat tersangka ERS alias Iki (15 tahun) dan TGC alias Sela (19 tahun) menyewa sebuah taksi online dari Jakarta dengan tujuan ke Pangalengan Bandung. Di perjalanan kedua tersangka menjemput temannya AS alias Riska (20 tahun) dan KS alias Risma (18 tahun) di Jonggol Bogor.

Ditengah perjalanan mereka telah sepakart untuk membayar ongkos sebesar Rp 1.700.000. Tapi karena mereka tidak punya uang, Iki dan Risma sepakat untuk menghabisi nyawa korban dnegan menggunakan kunci inggris yang ada di mobil tersebut.

Baca Juga : Kantongi Sabu Saat Ngopi, Anton Diciduk Reskrim Polsekta Berastagi.

Hendra memaparkan kalau tersangka utama adalah Risma yang membekap dan mencekik korban. Lalu di susul oleh Iki yang memukul korban menggunakan kunci inggris.

Sedangkan Riska bertugas membuang jenazah korban dan Sela yang mengamankan barang buktinya.

“Kepala korban di pukul kemudian sedikit di goyang dan dipukul kembali sebanyak 8 kali hingga akhirnya meninggal” ungkap Hendra.

Hendra melanjutkan setelah jenazah korban dibuang kemudian kendaraannya dibawa para tersangka. Namun karena para tersangka tidak memiliki keahlian mengemudi, terjadi kecelakaan di Cikalong, Cimahi. Sehingga mobil tersebut di tinggalkan begitu saja.

Pihak kepolisian baru 1 minggu mendapatkan informasi yang kebetulan di dalam mobil korban terdapat cctv. Sehingga memudahkan pihak kepolisian mengidentifikasi siapa pengguna mobil saat itu.

“Kami menemukan pelaku dari cctv yg ada di mobil korban dan beberapa hari ini berhasil menangkap semua pelakunya. Namun karena pelaku Iki masih di bawah umur, maka tidak bisa kami tampilkan” tambah Hendra.

Para pelaku terjeran pasal 3388 dan 3340 tentang pembunuhan berencana. Dan dikenakan hukuman 20 tahun penjara atau maksimal sumur hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.