24/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

15.000 Mahasiswa Kedokteran Siap jadi Relawan Penanganan Corona

2 min read

Laju Berita – Kekurangan tenaga medis menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanggulangan pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat program relawan dalam menghadapi virus Corona (Covid-19) bagi mahasiswa tingkat akhir dari rumpun ilmu kesehatan. Sebanyak 15.000 peserta telah mendaftar menjadi relawan pada tahap pertama program tersebut itu berasal dari 82 universitas dan 72 Poltekkes.

“Ini sangat luar biasa. Gerakan ini bisa terwujud karena motivasi kuat para mahasiswa kesehatan dan bidang-bidang lain yang ditunjang semangat gotong royong. Memberikan kontribusi secara sukarela bagi masyarakat demi memerangi pandemi yang mengancam masa depan Indonesia,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam keterangan tertulis pada Kamis 26/3/2020.

“Kami tentu sangat mengapresiasi kesediaan para mahasiswa kedokteran tersebut yang bersedia mengajukan diri jadi relawan meskipun dengan tingkat risiko tinggi,” katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan dari Satgas Percepatan Penanggulangan Virus Corona, dibutuhkan sekitar 1.500 dokter dan 2.500 perawat. Selain itu juga dibutuhkan bagian administrasi rumah sakit sampai ke sopir ambulans.

Kebutuhan ini diperkirakan akan terus meningkat setiap hari seiring pertambahan pasien positif corona di tanah air.

“Kami mendengar Kemendikbud telah melakukan rekruitmen relawan dari kampus-kampus tersebut. Kami berharap rekruitmen dikoordinasikan Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19. Sehingga bisa dipetakan kebutuhan dan kemampuan yang bisa diisi oleh para mahasiswa ini,” kata Syaiful melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).

Politikus PKB ini mengingatkan agar para relawan yang direkrut dari kalangan kampus mendapatkan orientasi terkait tugas mereka terlebih dahulu sehingga mereka bisa bekerja lebih efektif. Selain itu mereka juga harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

“APD ini penting karena jangan sampai anak-anak kita yang jadi relawan malah menjadi korban penularan COVID-19 karena tidak memakai APD sesuai standar WHO,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.