22/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

135 Narapidana Asimilasi Kembali Berulah Dan Ditangkap Oleh Kepolisian

2 min read

Laju Berita – Sebanyak 135 narapidana yang dibebaskan karena program asimilasi karena virus corona kembali berulah. Mereka kembali ditangkap oleh jajaran Kepolisian RI.

Narapidana yang tertangkap kembali setelah mendapatkan kebijakan Kemenhumham akibat adanya virus corona, total ada 135 napi, ungkap Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Senin (25/05).

Narapidana yang kembali tertangkap itu tersebar di 23 wilayah hukum Kepolisian Daerah. Terbanyak berada di Jawa Tengah dan Sumatera Utara yaitu masing-masing sebanyak 17 orang.

Kemudian Polda Riau sebanyak 12 orang, Polda Jawa Barat 11 orang, Polda Kalimantan Barat 10 orang, Polda Jawa Timur dan Sumatera Barat masing-masing 7 orang.

BACA JUGA : Kondisi Jalan Raden Patah Ciledug Dipenuhi Sampah

Disusul Polda Metro Jaya, Polda Lampung dan Polda Sumatera Selatan masing-masing 6 orang. Serta Polda Sulawesi Tengah dan Polda DI Yogyakarta masing-masing menangkap 5 orang.

Polda Kalimantan Timur dan Polda Kalimantan Tenggara, Polda Kalimantan Tengah dan Polda Sulawesi Selatan menangkap masing-masing tiga orang. Serta Polda Sulawesi Utara Menangkap dua orang.

Terakhir, Polda NTT, Polda NTB, Polda Papua dan Polda Bali menangkap masing-masing satu orang, ungkapnya.

Akan Dihukum Berat

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly berjanji akan membuat narapidana yang dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi lantaran pandemi virus Corona atau Covid-19 menyesal jika kembali melakukan kejahatan.

Yasonna menyebut telah menyiapkan skema hukuman berat bagi narapidana asimilasi dan integrasi yang kembali berulah. Meski demikian, Yasonna belum mengungkap skema yang dimaksud.

“Belum perlu disampaikan (skema hukuman berat) ke publik dulu. Yang pasti, mereka (narapidana asimilasi yang kembali berulah) pasti akan sangat menyesal,” ujar Yasonna, Rabu (22/4/2020).

Yasonna menyatakan, pihaknya melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah memperingatkan para narapidana yang mendapat asimilasi dan integrasi untuk tidak mengulangi perbuatan kriminalnya.

Yasonna menyebut, napi yang kembali berulah bakal langsung dijebloskan ke sel pengasingan atau straft cell setelah diperiksa oleh kepolisian. Setelah menjalani masa hukuman, para narapidana yang kembali berulah tersebut bakal diserahkan ke kepolisian untuk menjalani proses hukum tindak pidana yang baru.

Tak hanya itu, para napi yang membandel ini dipastikan tidak akan mendapatkan remisi atau pemotongan masa hukuman.

“Kami tidak akan memberi remisi kepada yang bersangkutan,” kata Yasonna tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.