27/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

13 Manajer Investasi telah Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya

2 min read

Laju Berita – Kejaksaan Agung telah menetapkan 13 korporasi yang seluruhnya adalah perusahaan Manajer Investasi (MI). Sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya pada hari ini 26 Juni 2020.

Namun bagi para nasabah yang memiliki unit reksa dana di 13 MI yang terseret kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Tidak perlu khawatir karena seluruh MI tersebut masih beroperasi dengan normal. Karena Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mengizinkan 13 perusahaan ini untuk tetap beroperasi.

Adapun 13 MI yang telah di tetapkan sebagai tersangka adalah PT PAN Arcadia Capital, PT Pinnacle Persada Investama, PT OSO Manajemen Investasi, PT Prospera Aset Manajemen, PT Millenium Capital Management, PT MNC Asset Management, PT GAP Capital, PT Maybank Asset Management, PT Corfina Capital, PT Jasa Capital Asset Management, Sinarmas Asset Management, PT Tresure Fund Investama, dan PT Pool Advista Aset Manajemen.

Anto Prabowo selaku Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik menegaskan bahwa sampai dengan hari ini. Belum ada perubahan yang signifikan mengenai operasional 13 manajer investasi yang ditetapkan jadi tersangka tersebut.

BACA JUGA : Ini Kata Jubir Presiden, Tentang Harga Rapid Test Yang Mahal

“Sampai saat ini 13 MI tersebut masih beroperasi seperti biasa karena dari Kejaksaan Agung belum ada pembatasan,” ujar Anto Prabowo.

Sementara itu, salah satu deputi komisioner OJK juga ditetapkan menjadi tersangka kasus Jiwasraya, OJK mengatakan pihaknya akan menghormati proses hokum yang berlangsung.

Menurut Anto, OJK selama ini telah bekerjasama dengan Kejaksaan Agung untuk membangun sistem keuangan yang sehat, stabil dan kredibel dalam rangka melindungi konsumen dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Ali Mukartono selaku Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus pada Kejagung, mengemukakan bahwa 13 MI tersebut ditetapkan tersangka karena dijadikan alat oleh enam terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya untuk pencucian uang hasil korupsi sebesar Rp12,157 triliun dari total kerugian negara Rp16,81 triliun pada kasus tersebut.

BACA JUGA : Ini Kata Jubir Presiden, Tentang Harga Rapid Test Yang Mahal

Ali mengatakan belum mau banyak berspekulasi mengenai sanski yang dijatuhkan kepada seluruh korporasi itu, karena keputusan ada pada Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Nanti tunggu saja dari hasil persidangan ya. Tuntutan JPU seperti apa dan putusan Majelis Hakim seperti apa. Kita tunggu saja seperti apa nanti ya,” tutur Ali di Kejaksaan Agung, Kamis 25 Juni 2020.

Namun penyidik masih tetap mengizinkan 13 MI itu beroperasi, meski telah berstatus sebagai tersangka. Dia memastikan bahwa tim penyidik tidak akan berhenti hanya pada 13 korporasi, tetapi akan terus dikembangkan.

“Ya masih beroperasi tidak apa-apa, kita tunggu nanti bagaimana tuntutan dan putusannya. Kami akan terus kembangkan kasus ini,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.